All New C-HR

525JUTAAN

Daftar Harga

Tersedia 4 Type
Type Harga Chat
C-HR 1.8 V Single Tone AT 525.800.000
C-HR 1.8 V Two Tone AT 527.300.000
C-HR 1.8 Hybrid Single Tone AT 566.600.000
C-HR 1.8 Hybrid Two Tone AT 568.100.000

Spesifikasi

Spec Keterangan
Tempat Duduk 5 Kursi
Mesin 1798 cc
Tenaga 99 hp
Power Steering YA
Kantong Udara Pengemudi YA
Anti Lock Braking System YA

Special Features

  • Airbag Penumpang Depan
  • Airbag Samping Depan
  • Child Safety Locks
  • Kantong Udara Pengemudi
  • Airbag Samping Belakang
  • Anti Lock Braking System
  • Brake Assist
  • EBD (Electronic Brake Distribution)
  • Vehicle Stability Control System
  • Sabuk Pengaman Belakang
  • Pengingat Pemakaian Sabuk Pengaman
  • Kamera Belakang
  • Crash Sensor
  • Engine Check Warning
  • Pengukur Tekanan Ban
  • Pelindung Benturan Depan
  • Pelindung Benturan Samping
  • Pengingat Pintu Terbuka
  • Kontrol Traksi

Galeri Gambar

All New C-HR

Overview

Toyota C-HR versi konvensional lebih dulu dipasarkan dan menyandang predikat SUV kompak termahal di kelasnya. Ya, harganya RP 493 jutaan, membuat Anda bisa mendapatkan SUV dengan kelas yang jauh lebih tinggi. Tepat 22/04/19 versi Hybridnya diluncurkan. Yang mengagetkan, harganya hanya bertambah Rp 30juta menjadi Rp 523 juta OTR Jakarta. Masih tetap mahal memang, tapi ternyata ia menjadi mobil hybrid termurah di Indonesia.

Berbekal mesin konvensional 1.8-liter (2ZR-FXE) membuatnya hanya mampu memberikan output 100PS. Tapi, dengan bantuan motor listrik tenaganya bertambah 36PS. Ya masih lebih kecil ketimbang versi basic yang mampu mengeluarkan 140PS. Tapi ternyata ada banyak keunggulan yang didapat. Salah satunya, tingkat efisiensi lebih baik 62% dan emisi menurun sekitar 60%.

Fiturnya pun bertambah baik di varian hybrid ini. Dari mulai eksterior hingga ke interior. Dengan harga yang bertambah sedikit, Toyota terlihat ingin menyasar konsumen C-HR konvensional untuk pindah ke versi hibrida, sekaligus mereka yang cukup peduli dengan lingkungan serta efisiensi berkendara.

Interior & Fitur

Masuk ke dalam kabin, desainnya serupa versi konvensional. Perpaduan hitam dan coklat dengan aksen stiching tersimak apik. Layar 4.2 inci TFT color MID di tengah speedometer dan takometer, juga menyajikan informasi sama. Bedanya, ada tambahan penunjuk energy monitor. Maksudnya untuk memberi tahu Anda, tenaga yang bekerja berasal dari motor listrik atau jantung mekanik.  Perbedaan lain ada pada tombol start/stop engine berwarna biru dan adanya tombol EV mode. Mengenai sistem hiburan, semuanya masih sama.

C-HR memiliki struktur sasis yang didesain untuk meredam efek benturan. Mereka menyebutnya Impact Absorbing Structure. Fungsinya untuk mengurangi risiko cedera pengemudi sekaligus seluruh penumpang. Guna memperketat keamanannya, mobil ini turut dilengkapi tujuh SRS airbag yang terletak di depan, samping, area jendela samping dan bagian lutut pengemudi. Selain itu, ada ISOFIX yang berfungi untuk memasang child seat. Konstruksi bagian ini dibuat lebih kokoh untuk menjaga entakan jika terjadi benturan.

Selain peranti keamanan, ada fitur yang membantu sang pengemudi mengendarai mobilnya. Pertama Rear Cross Traffic Alert (RCTA).  Saat keluar dari parkir mundur, ada sensor yang memberi tahu jika kendaraan lain terindikasi memotong lintasan itu. Begitupun Blind Spot Monitor. Sensor yang sama ini bekerja saat ada kendaraan yang masuk ke area tak terlihat dari dalam kabin baik dari belakang maupun samping.

Traction control juga sudah menjadi standar yang mengatur traksi ke roda depan. Fitur ini berfungsi meminimalisir gejala spinning. Jadi jika Anda menginjak gas penuh, tenaga tak terbuang percuma, sekaligus mobil mudah dikendalikan.  Ada Vehicle Stability Control (VSC) yang menjaga manuver di tikungan saat kecepatan tinggi. Sensor ini berusaha membuat arah mobil tidak keluar jalur dan mereduksi gejala understeer. Terakhir, Hill-start Assist Control (HAC). Saat berhenti di tanjakan, perpindahan kaki dari pedal rem ke gas memiliki jeda waktu. Nah, fitur ini menjaga agar mobil tidak mundur saat pelepasan dari pedal rem itu. Alhasil, akselerasi kembali mulus tanpa harus khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan.

Eksterior

Aura futuristik pada C-HR masih tetap dipertahankan. Menurut kami, desain ini cukup ikonik sekaligus revolusioner pada kelasnya. Pahatan-pahatan tajam tersimak di belakang, sedangkan di depan moncongnya begitu intimidatif. Total dimensinya tak berubah (PxLxT) 4360mm x 1795mm x 1565mm. Begitupun pada jarak sumbu rodanya sepanjang 2640mm.

Perubahan yang terlihat dari luar, pilihan warnanya yang terbagi enam : metal stream, white pearl, black attitude, blue metallic black roof, red mica black roof dan radiant green black roof. Desain peleknya pun jauh lebih baik ketimbang versi konvensional yang mendapat komentar negatif sebelumnya. Kini disematkan model palang bercabang dengan kelir two-tone dan material alloy. Keempat pelek baru itu dibalut ban berukuran 215/60 R17.

Peningkatan juga diberikan pada sektor pencahayaan. Tak lagi mengandalkan halogen, melainkan headlampnya sudah mengadaptasi LED proyektor. Praktis kualitas penerangan lebih baik. Begitupun di belakang, alur menumpuk pada stoplamp LED tersimak indah saat dinyalakan. Terakhir, yang paling mudah jadi pembeda dengan varian konvensional, emblem Toyota beraksen biru di depan.

Mesin & Konsumsi BBM

Sumber tenaga C-HR berasal dari perpaduan dua elemen. Pertama mesin konvensional 2ZR-FXE Atkinson 1.798cc, berkonfigurasi empat silinder segaris. Jenisnya DOHC dan tentu dengan teknologi buka tutup katup VVT-I milik Toyota.  Keluaran tenaga dari mesin ini hanya 100PS. Namun berkat motor listrik, tenaganya bertambah 36 PS, yang semuanya bisa dicapai pada putaran 6.400rpm. Torsi maksimumnya, berada di angka 142Nm pada 4.000rpm.

Teknologi motor listriknya cukup menarik. Tidak menggunakan baterai Lithium-ion yang biasa digunakan pada mobil hibridia umumnya, melainkan mengandalkan Nickel-metal Hydride (Ni-MH). Padahal, setiap cell pada baterai ini, hanya mampu meghasilkan 2.4V saat Lithium-ion mampu memproduksi 3.7v. Lalu dari segi bobot, Ni-MH lebih berat dan besar dimensinya. Meski beberapa pihak mengklaim durabilitasnya lebih tahan pada segala cuaca ekstrem. Tapi untuk memproduksinya, memang baterai nikel ini lebih murah. Mungkin ini yang jadi penyebab harganya hanya bertambah sedikit.

Terlepas dari itu semua, emisi gas buang diklaim berkurang 60%. Bahkan konsumsi BBM kombinasinya bisa mencapai 24kpl. Ini lebih baik dari versi konvensional, yang hanya mampu mencapai 14kpl. Bagi Anda yang ingin meminimalisir sumbangan emisi gas karbon ke udara, serta mendapat efisiensi mengendara, rasanya mobil ini sangat bisa dipertimbangkan.

Pengereman

Urusan penahan laju tak perlu diragukan. Empat cakram di seluruh roda mampu menghentikan mobil dengan baik. Peranti keamanannya pun tergolong komplet. Disematkan sensor Anti-lock Braking System (ABS), Electronic Brake-force Distribution (EBD), dan Brake Assist (BA) agar kinerja rem semakin maksimal.

Tersedia juga electronic parking brake khas mobil modern. Pengoperasiannya sangat mudah, bahkan bisa tanpa menekan tombol. Cukup tekan pedal rem agak dalam, maka sistem ini langsung berfungsi. Untuk melepasnya, lakukan hal yang sama.

Interior & Fitur

Masuk ke dalam kabin, desainnya serupa versi konvensional. Perpaduan hitam dan coklat dengan aksen stiching tersimak apik. Layar 4.2 inci TFT color MID di tengah speedometer dan takometer, juga menyajikan informasi sama. Bedanya, ada tambahan penunjuk energy monitor. Maksudnya untuk memberi tahu Anda, tenaga yang bekerja berasal dari motor listrik atau jantung mekanik.  Perbedaan lain ada pada tombol start/stop engine berwarna biru dan adanya tombol EV mode. Mengenai sistem hiburan, semuanya masih sama.

C-HR memiliki struktur sasis yang didesain untuk meredam efek benturan. Mereka menyebutnya Impact Absorbing Structure. Fungsinya untuk mengurangi risiko cedera pengemudi sekaligus seluruh penumpang. Guna memperketat keamanannya, mobil ini turut dilengkapi tujuh SRS airbag yang terletak di depan, samping, area jendela samping dan bagian lutut pengemudi. Selain itu, ada ISOFIX yang berfungi untuk memasang child seat. Konstruksi bagian ini dibuat lebih kokoh untuk menjaga entakan jika terjadi benturan.

Selain peranti keamanan, ada fitur yang membantu sang pengemudi mengendarai mobilnya. Pertama Rear Cross Traffic Alert (RCTA).  Saat keluar dari parkir mundur, ada sensor yang memberi tahu jika kendaraan lain terindikasi memotong lintasan itu. Begitupun Blind Spot Monitor. Sensor yang sama ini bekerja saat ada kendaraan yang masuk ke area tak terlihat dari dalam kabin baik dari belakang maupun samping.

Traction control juga sudah menjadi standar yang mengatur traksi ke roda depan. Fitur ini berfungsi meminimalisir gejala spinning. Jadi jika Anda menginjak gas penuh, tenaga tak terbuang percuma, sekaligus mobil mudah dikendalikan.  Ada Vehicle Stability Control (VSC) yang menjaga manuver di tikungan saat kecepatan tinggi. Sensor ini berusaha membuat arah mobil tidak keluar jalur dan mereduksi gejala understeer. Terakhir, Hill-start Assist Control (HAC). Saat berhenti di tanjakan, perpindahan kaki dari pedal rem ke gas memiliki jeda waktu. Nah, fitur ini menjaga agar mobil tidak mundur saat pelepasan dari pedal rem itu. Alhasil, akselerasi kembali mulus tanpa harus khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan.

Eksterior

Aura futuristik pada C-HR masih tetap dipertahankan. Menurut kami, desain ini cukup ikonik sekaligus revolusioner pada kelasnya. Pahatan-pahatan tajam tersimak di belakang, sedangkan di depan moncongnya begitu intimidatif. Total dimensinya tak berubah (PxLxT) 4360mm x 1795mm x 1565mm. Begitupun pada jarak sumbu rodanya sepanjang 2640mm.

Perubahan yang terlihat dari luar, pilihan warnanya yang terbagi enam : metal stream, white pearl, black attitude, blue metallic black roof, red mica black roof dan radiant green black roof. Desain peleknya pun jauh lebih baik ketimbang versi konvensional yang mendapat komentar negatif sebelumnya. Kini disematkan model palang bercabang dengan kelir two-tone dan material alloy. Keempat pelek baru itu dibalut ban berukuran 215/60 R17.

Peningkatan juga diberikan pada sektor pencahayaan. Tak lagi mengandalkan halogen, melainkan headlampnya sudah mengadaptasi LED proyektor. Praktis kualitas penerangan lebih baik. Begitupun di belakang, alur menumpuk pada stoplamp LED tersimak indah saat dinyalakan. Terakhir, yang paling mudah jadi pembeda dengan varian konvensional, emblem Toyota beraksen biru di depan.

Mesin & Konsumsi BBM

Sumber tenaga C-HR berasal dari perpaduan dua elemen. Pertama mesin konvensional 2ZR-FXE Atkinson 1.798cc, berkonfigurasi empat silinder segaris. Jenisnya DOHC dan tentu dengan teknologi buka tutup katup VVT-I milik Toyota.  Keluaran tenaga dari mesin ini hanya 100PS. Namun berkat motor listrik, tenaganya bertambah 36 PS, yang semuanya bisa dicapai pada putaran 6.400rpm. Torsi maksimumnya, berada di angka 142Nm pada 4.000rpm.

Teknologi motor listriknya cukup menarik. Tidak menggunakan baterai Lithium-ion yang biasa digunakan pada mobil hibridia umumnya, melainkan mengandalkan Nickel-metal Hydride (Ni-MH). Padahal, setiap cell pada baterai ini, hanya mampu meghasilkan 2.4V saat Lithium-ion mampu memproduksi 3.7v. Lalu dari segi bobot, Ni-MH lebih berat dan besar dimensinya. Meski beberapa pihak mengklaim durabilitasnya lebih tahan pada segala cuaca ekstrem. Tapi untuk memproduksinya, memang baterai nikel ini lebih murah. Mungkin ini yang jadi penyebab harganya hanya bertambah sedikit.

Terlepas dari itu semua, emisi gas buang diklaim berkurang 60%. Bahkan konsumsi BBM kombinasinya bisa mencapai 24kpl. Ini lebih baik dari versi konvensional, yang hanya mampu mencapai 14kpl. Bagi Anda yang ingin meminimalisir sumbangan emisi gas karbon ke udara, serta mendapat efisiensi mengendara, rasanya mobil ini sangat bisa dipertimbangkan.

Pengereman

Urusan penahan laju tak perlu diragukan. Empat cakram di seluruh roda mampu menghentikan mobil dengan baik. Peranti keamanannya pun tergolong komplet. Disematkan sensor Anti-lock Braking System (ABS), Electronic Brake-force Distribution (EBD), dan Brake Assist (BA) agar kinerja rem semakin maksimal.

Tersedia juga electronic parking brake khas mobil modern. Pengoperasiannya sangat mudah, bahkan bisa tanpa menekan tombol. Cukup tekan pedal rem agak dalam, maka sistem ini langsung berfungsi. Untuk melepasnya, lakukan hal yang sama.

Ingin Info Lebih Cepat? Hubungi Kami Disini

SELASA
08.00-17.00 WIB
Musdalifah
"...Promo Penawaran Menarik Pembelian Mobil Baru Toyota, Spesial Cashback. Harga Terbaik, Kredit DP Murah, Cicilan Ringan di Makassar (Se- Sulsel)..."
Chat Via Whatsapp